Jumat, 12 Juni 2009

Ketika Cinta Bertasbih

Ketika Cinta Bertasbih
Cinta yang bernafaskan islami
Alasan terberat saya nonton film ini yah, karena sudah tidak meragukan lagi kualitas novelnya. walau baru dibaca beberapa halaman saja. awalnya saya berniat tidak mau membaca novelnya terlebih dahulu, lantaran saya kecewa dengan film yang diadaptasi dari novel kang abiK sebelumnya yang banyak menyimpang dari novelnya(baca: AAC) alhasil saya menonton supaya lebih konsen dan tidak terganggu dan menyama-nyamakan antara film dan novel seperti dulu ketika nonton AAC.
Film KCB bercerita tentang Pemuda islam yang nyaris sempurna dan tetap kuliah di alazhar kairo mesir, sebagai ciri khas tokoh-okoh yang selalu dibangun kang abik dinovelnya. azzam (dipernakan oleh cholidi). disini saya tidak mau membahas segi ceritanya secara full, tapi ingin memberi pandnagan terhadap film ini dari kaca mata saya pribadi.
film ini diawali dengan pemandangan mesir yang begitu indah, walau kekecewaan terbesar saya melihat gambar yang dilayar boskop begitu samar seperti melihat video di laptop dengan format 3GP. yah saya kecewa sekali, tapi kekecewaan saya benar-benar beralasan. apalagi ketika saya melihat adegan dimana azzam bertemu dengan furkon, seolah-olah setting tidak menempel dengan orangnya. sungguh disayangngkan, penataan cahaya kurang sekali di film ini. walau dari segi akting pemain, saya salut dengan pendatang baru cholidi, tapi lagi-lagi tokoh furkon yang diperankan oleh andi asyril, sepertinya kurang dapet diawal-awal film, dan terkesan dipaksakan. yah mungkin karena pemain baru(inget ini menurut pandangan saya), untuk peran eliana yang diperankan oleh alice norin, sudah cukup lah mungkin karena ia terbiasa. yang jelas saya suka sekali dengan peran anna dan husna, hampir keduanya benar-benar dapet dan maksimal aktingnya.
awal-awalnya saya sudah jenuh dengan satu adegan tapi pengambilannya bgitu panjang, dan seolah film ini menonjolkan sisi setting melulu dan seolah ingin berkata "INI DIMESIR ASLI" bahkan perpindahan kamera terasa pusing dimata, bukan hanya saya tapi hampir mendnegar tetangga yang duduk disebelah pun sama.
untuk segi cerita yah sudah biasa pasti syarat dengan makna, tapi kemasan film ini nampak begitu indah dilihat posternya ketimbang cara pengambilan filmnya. entah kenap saya kecewa dengan cara kemasannya, tata cahayanya. walau agak terbantu dengan balutan melly goeslow yang sudah tidak diragukan lagi. sepanjang film banyak sekali hal-hal yang membuat boring. tapi mata saya benar-benar terbuka ketika melihat satu cerita Fadhil (yang diperankan Lucky perdana) diantara kisah hidup para pemain yang lain, kisah fadhil lah yang paling membuat saya terenyuh dan menyita pikiran saya untuk konsen dan baru kali ini saya merasa salut sama Lucky, setelah akting disinetron yang membuats aya jenuh, dan akting Tika putri sebagai Tiara walau sedikit scene, nyaris membuat Film ini terlihat Kuat.
Saya suka ceritanya, saya suka musiknya, bahkan saya bangga karena tokoh azzam nyaris cholidi maksimal dan megang banget. tapi saya benar-benar agak kecewa dengan cara mengemasnya seolah-olah instant sekali. dan terlalu menggembor-gemborkan mesirnya.
bahkan teman saya sampai bicara "KOK GINI SIH FILMNYA" yah itu landasan kekecewaan dia. saya pun sama, saya kurang menikmati film ini dengan nikmat sesuai yang saya bayangkan dulu. bahkan tidak seperti menyaksikan AAC, orang-orang disekeliling nampak biasa saja. dan didepan bangku pun hampir kosong smeua, antusiasme kurang begitu banyak, dan yang lebih sedih lagi ketika banyak orang keluar disaat film baru setengah jalan, ini benar-benar saya lihat.
Kurang baik jika saya terlalu menilai keburukannya saja, tapi yah sekali lagi ini opini saya dan ini pandnagan saya. saya tidak meracuni:"Jangan nonton Film ini" Tapi saya menganjurkan, diatas saya cuma berpendapat dan itu opini setelah saya menonton: Saya kecewa? Yah jelas tidak, untuk seukuran film indonesia yah sudah bagus, mau menampilkan hal beda ketimbang horor ecek-ecek.
Dan satu lagi hal yang membuat saya kesal : KCB 2 Masih coming soon, Gak sabar, padahal lihat Thriller diakhir film kayaknya lebih seru dan dapet yang kedua
Kelebihan KCB:
-Tokoh Azzam benar-benar Pas
-Musik Oke
-Tokoh Ana, fadhil,Husna,Tiara, Mala (megang Banget!!!)
-Tata suara bagus dan jelas
-Dialog oke dan sarat makna
Kekurangan
-Alur kendor dan lambat sekali
-Agak Mirip Sinetron
-Banyak setting yang ga penting tapi selalu ditampilkan
-Editan agak kasar
-Tokoh Furkon agak kurang maksimal diawal-awal, tapi diakhir yah dia sudah menampakan gaungnya dan cukup baik
-Gambar setting mesir diawal banyak yang pecah
Alhasil Nilai yang saya berikan:

3,5 hehe Bintang dari 1-5

Kambing Jantan The Movie


Kambing Jantan The Movie

Catatan Harian Pelajar Bodoh!
Hm...siapa sih pembaca Blog yang gak Tahu raditya dika? Yah penulis Blog yang Tenarnya Melebihi artis Dude Herlino(Haha), Kali ini saya bukan mau membahas Siapa Raditya dika ataupun Hal yang menyangkut Blognya, Kali ini gue bakal ngereview filmnya yang berjudul KAMBING JANTAN THE MOVIE: Catatan harian pelajar Bodoh. setelah Gue cape2 mantengin blog n masang Posternya yang segede gorden di Blog pribadi gw, berharap dapet tiket premiernya, alhasil Gagal, gue nggak dapet. Niat nonton film nie pun jadi nggak berselera, nggak ada niatan buat ke bioskop. Yapz tapi pas keluar CD'na(temen gue beli yang asli(haha pamer) Nb: Jangan Beli film indonesia bajakan, kaishan, bikin film tuh capek) film yang gue tunggu2 versi cdna ini kahsirnya gue tonton.
Cerita komedi lucu yang gue harepin di filM ini, ternyata cuma harapan. film ini berkisah tentang raditya di kambing, dan Kebo yang harus menjalani hubungan Long distance lantaran Dika harus kuliah di Adelaide Australia, walau itu bukan keinginannya(bener kaga?) Sepanjang LDR, radit menemui masalah besar, dimulai dari sifat Kebo yang dianggapnya berubah. yah gue nggak mau ngebahas ceritaya, tapi dari segi filmnya aja dulu, film yang posternya menarik minat dengan muka raditya dika yang pengen ditendang ini, ternyata lebih dikategorikan Drama, kenapa? Yah karena nih film ceritanya sebelas duabelas sama ada apa dengan cinta? haha terlalu menampilkan kisah-kisah dramanya, bukan kelucuan raditya dika yang emang udah keliatan bodonya.
Untuk unsur film didalamnya, gue ngerasa udah cukup. bahkan walaupun bukan komedi yang gue dapet, nggak ada rasa penyesalanpun ketika selesai menonton nih film, walau muka raditya dilayar Laptop gue bikin sakit mata, tapi gue bener-bener puas, liat dia disiksa sama ceweknya(haha kaga ada kaleee) yang jelas gue suka banget sama tokoh Kebo(yang diperankan oleh Herfiza novianti), banyak adegan yang gue paling suka, seperti bodohnya dika, ciuman pas ujan-ujan, mau nonton konser lagi, terus pas radit pulang subuh2 dari adelaide ke indonesia lantaran ada masalah mengenai hubungannya dengan Ine. yapz...film ini bener-bener seru ngeliatanya, walo durasinya terlalu molor tapi nih film layak diberi penghargaan untuk kategori Aktor terbodoh, haha. tapi untuk segi akting, pemainnya sudah cukup maksimal, untuk tokoh radit yah jelas nggak ada kesusahan, kan dia meranin karakternya sendiri. gue suka sama karakter tokoh Harianto, haha bodor, bahkan keluguan dia membuat gue ngakak abies. N scene Yang paling gw suka, pas telefonan, berada disatu ruangan Ntu, seolah-olah nelfon biar berjauhan trapi deket, sesuai judul ostna Bulan yang sama.
Tapi salah jika terlalu dipuji-uji, coz masih ada kurangnya juga, terutama dari segi editing, kadang gue ngerasa kok agak kasar yaks. dan ada juga scene yang ngga penting tapi ditampilin.

4 Bintang dari 1-5

Kamis, 11 Juni 2009

Bukan Cinta Biasa

BUKAN CINTA BIASA

Ngocol Ala Rocker!

Waktu ngedenger judulnya, gue kira ini film Drama romamntic, tapi ternyata anggapan gue salah. Yapz…film yang bercerita tentang gadis berusia 15 tahun, bernama nikita. Untuk menyelesaikan satu semester yang tanggung, sebelum ia pindah, Nikita disuruh tinggal bersama papahnya, yang ala-ala rocker gitu dah. Ternyata setelah dikulik sejarahnya, Nikita adalah hasil hubungan masa lalu mamahnya dan papahnya yang saat muda cintanya kebablasan.

Dengan kehadiran nikita, jelas membuat sesisi rumah Tommy menjadi berubah. Rumah Tommy yang kotor dan acak-acakan mula-mula diberesin, bahkan banyak banget peraturan yang nikita buat. Termasuk, dilarang ngerokok, minum minuman keras, pokoknya hal-hal yang menjad kebiasaan dirumah Tommy dilarang oleh nikita, dan hal yang tidak bisa ditinggalkan Tommy yakni perempuan dan kehidupan sex bebasnya, ternyata Tommy juga harus ninggalin. Alhasil hidup Tommy berubah drastic semenjak kehadirian nikita. Dan pada akhirnya tetep endinganya, India punya. Apalagi kalau bukan kawin lagi terus adegan berteriak-teriak dibandara, huhu

Yaks film ini yang tidak pernah gue duga sebelumnya, ternyata film ini bergenre drama comedy. Banyak adegan-adegan lucu yang terdapat didalamnya, bahkan dialog-dialogpun mengalir begitu lancar, bahkan tidak salah jika dibibilang film ini film yang bener-bener wajib tonton untuk kalangan remaja. Selain menceritakan kisah cinta antara orang tua dan anak, film ini juga menceritakan kisah cinta nikita yang standar dan patut dicontoh untuk kalangan remaja. Selain itu, ada penyanyi Afgan Syah Reza yang diadikan bumbu buat film ini, khas denga n suaranya menyanyikan olagu terima kasih cintanya dengan ngbeat selain itu juga ada argo aa jimy.

Tak adil jika gue selalu ngomog bagus-bagusnya doang, ternyata difilm ini juga menemukan kelemahan, seperti cerita yang kadang agak ngambang. Adegan ada yang kurang jelas.bahkan ada perpindahan scene yang menyita mata lantaran menggunakanefek transisi yang aneh, dan sepertinya nggak layak buat film. Tapi basicly film ini termasuk film yang bagus, apalagi dengan acting Ferdy element yang menunjang sebagai bapak rocker, dan nikita benar-benar dapet chamistnya dengan sang ayah.


Pemain:
Ferdy Element
Wulan Guritno
Olivia Lubis
Afghan
Julia Perez
Rocky

Sutradara: Beni Setiawan
Skenario: Beni Setiawan

4 Bintang Dari 1-5