Ketika Cinta BertasbihCinta yang bernafaskan islami
Alasan terberat saya nonton film ini yah, karena sudah tidak meragukan lagi kualitas novelnya. walau baru dibaca beberapa halaman saja. awalnya saya berniat tidak mau membaca novelnya terlebih dahulu, lantaran saya kecewa dengan film yang diadaptasi dari novel kang abiK sebelumnya yang banyak menyimpang dari novelnya(baca: AAC) alhasil saya menonton supaya lebih konsen dan tidak terganggu dan menyama-nyamakan antara film dan novel seperti dulu ketika nonton AAC.
Film KCB bercerita tentang Pemuda islam yang nyaris sempurna dan tetap kuliah di alazhar kairo mesir, sebagai ciri khas tokoh-okoh yang selalu dibangun kang abik dinovelnya. azzam (dipernakan oleh cholidi). disini saya tidak mau membahas segi ceritanya secara full, tapi ingin memberi pandnagan terhadap film ini dari kaca mata saya pribadi.
film ini diawali dengan pemandangan mesir yang begitu indah, walau kekecewaan terbesar saya melihat gambar yang dilayar boskop begitu samar seperti melihat video di laptop dengan format 3GP. yah saya kecewa sekali, tapi kekecewaan saya benar-benar beralasan. apalagi ketika saya melihat adegan dimana azzam bertemu dengan furkon, seolah-olah setting tidak menempel dengan orangnya. sungguh disayangngkan, penataan cahaya kurang sekali di film ini. walau dari segi akting pemain, saya salut dengan pendatang baru cholidi, tapi lagi-lagi tokoh furkon yang diperankan oleh andi asyril, sepertinya kurang dapet diawal-awal film, dan terkesan dipaksakan. yah mungkin karena pemain baru(inget ini menurut pandangan saya), untuk peran eliana yang diperankan oleh alice norin, sudah cukup lah mungkin karena ia terbiasa. yang jelas saya suka sekali dengan peran anna dan husna, hampir keduanya benar-benar dapet dan maksimal aktingnya.
awal-awalnya saya sudah jenuh dengan satu adegan tapi pengambilannya bgitu panjang, dan seolah film ini menonjolkan sisi setting melulu dan seolah ingin berkata "INI DIMESIR ASLI" bahkan perpindahan kamera terasa pusing dimata, bukan hanya saya tapi hampir mendnegar tetangga yang duduk disebelah pun sama.
untuk segi cerita yah sudah biasa pasti syarat dengan makna, tapi kemasan film ini nampak begitu indah dilihat posternya ketimbang cara pengambilan filmnya. entah kenap saya kecewa dengan cara kemasannya, tata cahayanya. walau agak terbantu dengan balutan melly goeslow yang sudah tidak diragukan lagi. sepanjang film banyak sekali hal-hal yang membuat boring. tapi mata saya benar-benar terbuka ketika melihat satu cerita Fadhil (yang diperankan Lucky perdana) diantara kisah hidup para pemain yang lain, kisah fadhil lah yang paling membuat saya terenyuh dan menyita pikiran saya untuk konsen dan baru kali ini saya merasa salut sama Lucky, setelah akting disinetron yang membuats aya jenuh, dan akting Tika putri sebagai Tiara walau sedikit scene, nyaris membuat Film ini terlihat Kuat.
Saya suka ceritanya, saya suka musiknya, bahkan saya bangga karena tokoh azzam nyaris cholidi maksimal dan megang banget. tapi saya benar-benar agak kecewa dengan cara mengemasnya seolah-olah instant sekali. dan terlalu menggembor-gemborkan mesirnya.
bahkan teman saya sampai bicara "KOK GINI SIH FILMNYA" yah itu landasan kekecewaan dia. saya pun sama, saya kurang menikmati film ini dengan nikmat sesuai yang saya bayangkan dulu. bahkan tidak seperti menyaksikan AAC, orang-orang disekeliling nampak biasa saja. dan didepan bangku pun hampir kosong smeua, antusiasme kurang begitu banyak, dan yang lebih sedih lagi ketika banyak orang keluar disaat film baru setengah jalan, ini benar-benar saya lihat.
Kurang baik jika saya terlalu menilai keburukannya saja, tapi yah sekali lagi ini opini saya dan ini pandnagan saya. saya tidak meracuni:"Jangan nonton Film ini" Tapi saya menganjurkan, diatas saya cuma berpendapat dan itu opini setelah saya menonton: Saya kecewa? Yah jelas tidak, untuk seukuran film indonesia yah sudah bagus, mau menampilkan hal beda ketimbang horor ecek-ecek.
Dan satu lagi hal yang membuat saya kesal : KCB 2 Masih coming soon, Gak sabar, padahal lihat Thriller diakhir film kayaknya lebih seru dan dapet yang kedua
Kelebihan KCB:
-Tokoh Azzam benar-benar Pas
-Musik Oke
-Tokoh Ana, fadhil,Husna,Tiara, Mala (megang Banget!!!)
-Tata suara bagus dan jelas
-Dialog oke dan sarat makna
Kekurangan
-Alur kendor dan lambat sekali
-Agak Mirip Sinetron
-Banyak setting yang ga penting tapi selalu ditampilkan
-Editan agak kasar
-Tokoh Furkon agak kurang maksimal diawal-awal, tapi diakhir yah dia sudah menampakan gaungnya dan cukup baik
-Gambar setting mesir diawal banyak yang pecah
Alhasil Nilai yang saya berikan:
3,5 hehe Bintang dari 1-5
Tidak ada komentar:
Posting Komentar